Category Archives: 01. Do’a yang dibaca sebelum dan sesudah wudhu

DO’A YANG DIBACA SEBELUM DAN SESUDAH WUDHU

DO’A YANG DIBACA SEBELUM DAN SESUDAH BERWUDHU

Berikut ini riwayat yang kuat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang do’a-do’a yang dibaca sa’at memulai wudhu dan setelah selesai berwudhu.

Adapun yang dibaca sa’at memulai wudhu, hanya tasmiyah saja, yaitu membaca Bismillah.

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

ﻻ ﻭُﺿُﻮﺀَ ﻟِﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮْ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya.” (HR. Tirmidzi, no. 25).

Keshahihan hadits ini memang diperdebatkan para ulama.

Imam Nawawi dalam kita Al-Majmu’, 1/385, mengutip perkata’an Baihaqi, “Riwayat yang paling sahih dalam masalah tasmiyah (membaca basmalah dalam berwudhu) adalah hadits Anas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasukkan tangannya dalam wadah berisi air, kemudian beliau berkata,

‘Berwudhulah kalian dan bismillah’ Dia (Anas) berkata, ‘Lalu aku lihat air mengalir di antara jemarinya, sementara orang-orang berwudhu hingga orang terakhir dari mereka, jumlah mereka sekitar tujuh puluh orang.’ Sanad hadits ini jayid (baik). Baihaqi berdalil dengan hadits ini dalam kitabnya Ma’rifatus-Sunan wal Aatsar, lalu beliau menyatakan dha’if hadits-hadits yang lainnya.’

Adapun baca’an setelah berwudhu, terdapat beberapa hadits yang diriwayatkan. Berdasarkan keseluruhan dari riwayat yang ada, baca’annya adalah,

Imam Muslim meriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Setiap kalian yang berwudhu, lalu dia menyempurnakan wudhunya, setelah itu membaca, Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluh, niscaya akan dibukakan baginya pintu surga yang delapan, dia dapat masuk dari pintu mana saja yang dia suka.’ (HR. Muslim, no. 234)

Tirmidzi, no. 55 menambahkan dalam riwayatnya (baca’an), Allahummaj’alnii minat-tawwaabina, waj’alnii minal-mutathahhirin.

Tambahan ini dinyatakan dhaif oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah, bahwa dia berkata, tambahan yang terdapat dalam riwayat Tirmidzi tidak kuat dalam hadits ini.’ Demikian dikutip dari Al-Futuhat Ar-Rabbaniyah, 2/19. Namun Al-Albany menyatakan shahih dalam Shahih Tirmizi, dan Ibnu Hazm memastikan bahwa riwayat ini benar berasal dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Adapun baca’an, Subhaana Allahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik. Ini diriwayatkan oleh Nasa’i dalam Kitab Amalul-Yaumi wal-Lailah, juga oleh Hakim dalam Kitab Al-Mustadrak, dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu. Para perawi berbeda pendapat, apakah hadits ini marfu’ (sampai) ke Nabi shallallahu alaihi wa sallam, atau dia hanya perkataan Abu Said radhiallahu anhu?

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, ‘Sanad riwayat ini tidak diragukan kesahihannya, akan tetapi diperselisihkan apakah hadits ini marfu’ (sampai kepada Nabi) atau mauquf (hanya perkataan sahabat).

Nasa’i sebagaimana metodenya menguatkan perkara yang lebih hati-hati, karenanya dia menghukumi hadits ini salah (bukan perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam).

Sedangkan metode Syaikh pengarang (maksudnya Imam Nawawi) yang mengikuti metode Ibnu Shalah dan lainnya bahwa menetapkan marfu’ menurut mereka lebih dipilih, karena dengan menetapkan demikian, akan bertambahnya ilmu. Dan dengan perkiraan bahwa amal dengan cara tertentu bukan perkara yang dapat disimpulkan oleh pandangan akal semata, maka yang lebih kuat riwayat ini adalah marfu’. (Al-Futuhat Ar-Rabaniyah, 2/21)

Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Shahih At-Targhib, no. 225, dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2333. (Lihat Tamamul-Minnah, hal. 94-98)

Demikianlah zikir-zikir yang dibaca saat berwudhu berdasarkan riwayat yang kuat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

https://fadhlihsan.wordpress.com/2012/12/08/doa-yang-dibaca-saat-berwudhu/

_____________

Advertisements